just a little boy that scream out loud with no load ... so if want to scream free ... This place made me do it and if you don't like ... don't ever read this ... that's simple ... rite !!
Tuesday, June 15, 2010
waiting and nothing ...
waiting and get boring ... just kepp waiting ...
Thursday, March 18, 2010
Game Engine
Kalau kamu suka main game, pasti kamu pernah denger yang disebut dengan “game engine” beberapa kali. Bagi kita kita yang udah tuwir, mungkin sudah tau apa itu game engine dan seluk beluknya, namun bagi kamu yang masih hijau, mungkin pernah begadang semalaman cuma buat mikirin, “apa itu game engine ?”
Jawaban dari pencarian kamu nggak akan sesimpel yang kamu harapkan disini, walaupun logikanya memang mirip mesin biasanya, sayangnya ada beberapa hal yang bakal membedakan ( banget ) antara engine mobil dengan engine sebuah game.
Awal Kelahiran Game Engine
Di masa lalu, hampir semua perusahaan game memiliki game engine mereka sendiri, menggunakannya untuk membuat game mereka, dan menyimpannya untuk diri sendiri. Semakin lama kebutuhan untuk game engine yang makin modern semakin bertambah. Waktu demi waktu, game engine yang mereka kembangkan sendiri mulai dirasa terlalu mahal untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini memicu beberapa developer untuk menciptakan game engine yang terbuka untuk di franchise kan. Sebagai contoh adalah id Tech dan Unreal Engine. Game Engine yang dijual dan di franchisekan secara umum semacam ini disebut dengan middleware. Middleware menawarkan harga yang relatif lebih murah, dan bagi kebanyakan studio game, menggunakan middleware merupakan solusi cepat dan ekonomis ketimbang harus membangun sendiri engine game mereka.
Konsep dari game engine sebenernya cukup gampang, yaitu bahan dasar yang diperlukan sebuah game untuk menjalankan tugasnya, merender pixel demi pixel, menghitung physiscs, memperkirakan input tombol, dan lain hal, yang memungkinkan developer kreatif dapat membuat sebuah game dengan engine yang sama menjadi unik satu sama lain. Di analogikan sebagai sebuah mobil, game engine sudah merupakan bagian mobil, sekitar 50% jadi. Mesin dan rangkaian sistem pengapian, sampai pembuangan. Kurang body dan aksesoris.
Sebuah game engine memungkinkan penggunaan kembali komponen komponen yang dapat mempercepat hadirnya game menjadi nyata di layar monitor mu. Beberapa diantara nya yang termasuk dengan itu adalah deteksi tubrukan, tampilan grafis, setting dalam game, artificial intelligence dan lain lain. Semua komponen tadi disatukan dalam satu pake game engine. Artist dan Developer, dapat menambahkan pustaka texture dan model sendiri untuk dijadikan tokoh utama atau setting dunia dalam sebuah engine. Sekali lagi dalam analogi game, model dan texture dalam game engine bisa dibilang sebagai body dan aksesoris mobil.
Sebuah game engine dibagi lagi menjadi dua bagian besar. Yaitu API dan SDK. API ( Applicaiton Programming Interfaces ) adalah bagian operating system, services dan libraries yang diperlukan untuk memanfaatkan beberapa feature yang diperlukan. Dalam hal ini contohnya DirectX. Sementara SDK adalah kumpulan dari libraries dan API yang sudah siap digunakan untuk memodifikasi program yang menggunakan operating system dan services yang sama. Biasanya, game engine menyertakan keduanya.
Contohnya dalam Unreal Engine, menyiapkan antarmuka baku bagi programmer untuk menciptakan game nya dengan mudah, melalui scripting engine, yang disebut UnrealScript, dan juga libraries, yang berisi model standar dan texture standar dan juga world editor yang disebut sebagai UnrealED.
Tipe Tipe Game Engine
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrogramman. Tapi dalam pembahasan sekarang ini, ketimbang harus me-list semua jenis game engine yang ada di wikipedia, mendingan kita bahas garis besar nya saja.
Roll-your-own game engine. Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine nya sendiri. Ini berarti mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Disisi lain, mereka kadang menggunakan libraries komersil atau malah open source. Terkadang mereka malah membuat semuanya dari nol.
Biasanya, game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar tersedia gratis, juga memperbolehkan mereka, para developer, lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya, banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Menara Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine nya, hanya untuk di tulis ulang semuanya dalam beberapa hari penggunaan karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.
Mostly-ready game engines. Engine engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer / programmer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model dan texture, dan segalanya. Banyak dari mereka yang sudah benar benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama.
Biasanya game engine semacam ini memiliki batasan batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi terlalu banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis, dan masih memungkinkan game engine nya itu sendiri untuk mengoptimalkan kinerja game nya. Banyak dari game engine seperti ini, Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya, yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Hal ini dengan serta merta menyingkat sangat banyak waktu dan jelas, biaya dari para Developer game.
Point-and-click engines. Engine untuk point-and-click merupakan engine yang sangat amat dibatasi, tapi dibuat sangat user friendly. Kamu bahkan bisa mulai membuat game mu sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget.
Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan, dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis, hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini nggak berguna, bagi developer cerdas dan berdaya kreativitas tinggi, game engine bapuk seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine seperti ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman, dan secepatnya merilis game game mereka.
Jenis –jenis game
a)Gratis(Freware)
Aleph One Axiom Engine Allegro library Blender3D
Box2D Build engine Cafu Engine Lua ClanLib
Crystal Space Cube Cube 2 DarkPlaces
Delta3d id Tech 1 DXFramework Ethanon Engine
Exult Genesis3D Genesis Device Glest
id Tech 2 id Tech 3 ika ioquake3
Irrlicht Engine jMonkeyEngine Jogre Lightweight Java Game Library
LÖVE Nebula Device OpenSceneGraph ORX
Panda3D Quake engine QuakeC PLIB Retribution Engine
Second Life SLUDGE Sphere Spring
Stratagus Troll2D Verge 3.2 Xilon Engine II
Blender
Golden T Game Engine (GTGE)
DXFramework
Ogre
Aleph One
Axiom Engine
Allegro Library
Build Engine
Cube
Cube 2
DarkPlaces
jMonkeyEngine (jME)
Sphere
b) Berbayar
Alamo A.L.I.V.E. Aurora Engine BigWorld
BRender C4 Engine Cafu Engine Coldstone game engine
CPAL3D CryEngine, CryEngine 2, CryEngine 3 Crystal Tools
DX Studio Dunia Engine Earth-4 Engine Electron engine Elflight Engine Enigma Engine Esenthel Engine Esperient Creato
Euphoria Freescape Frostbite Engine Gamebryo
GameSalad Gamestudio Glacier, Glacier2 GrimE
Hedgehog Engine HeroEngine id Tech 4 id Tech 5IMUSE
Infernal Engine INSANE Infinity Engine Jade engine
Jedi Kaneva Game Platform Kinetica
Leadwerks Engine Lemon Engine Lithtech LyN engine
Medusa Monumental Technology Suite MT Framework
Multimedia Fusion 2 Multiverse Network Odyssey Engine
Onyx Engine PhyreEngine Q (game engine) RAGE
RelentENGINE RenderWare Revolution3D RPG Maker VX
RPG Maker XP RPG Maker 2003 RPG Maker 95 SAGE engine
Scaleform SCUMM Serious Engine ShiVa
Silent Storm engine Sith Source engine
Torque Game Engine Torque Game Engine Advanced
TOSHI Truevision3D Unigine Unity
Unreal Engine Vengeance engine Vicious Engine Virtools
Vision Engine Visual3D.NET Game Engine WGAF
X-Ray Zillions of Games
Kelebihan dan Kekurangan Game Engine Freeware dengan Game Engine Shareware
Blender
Blender merupakan salah satu program “Modeling 3D dan Animation”, tapi Blender mempunyai
kelebihan sendiri dibandingkan program modeling 3D lainnya.
Kelebihan yang dimiliki Blender adalah dapat membuat game tanpa menggunakan program
tambahan lainnya, Karena Blender sudah memiliki “Engine Game” sendiri dan menggunakan “Python”
sebagai bahasa pemograman yang lebih mudah ketimbang menggunakan C++,C, dll.
Blender menggunakan “OpenGL” sebagai render grafiknya yang dapat digunakan pada
berbagai macam “OS” seperti Windows, Linux dan Mac OS X. Gambar berikut merupakan sebuah
“screenshot” dari salah satu project game yang dibuat menggunakan Blender
Sekarang ini Blender merencanakan sudah mengeluarkan versi yang terbarunya, yaitu Versi 2.49
yang lebih ditujukan untuk pembuat game. Karena Versi ini memiliki fitur-fitur baru yang dirancang
untuk membuat tampilan game yang lebih realistis dari pada versi sebelumnya.
Blender 2.49 memiliki fitur baru seperti :
* Video Texture
* Real-time GLSL Material
* Game Logic
* Bullet SoftBody
* Python Editor
* Multilayer Textures
* Physics
* Render Baking dan Normal Mapping dan masih banyak yang lainnya.
* Composite Adalah tempat menambahkan efek visual seperti pada gamabar berikut.
Untuk membuat game di Blender anda tidak perlu jago pemograman, jika anda hanya ingin
membuat game sederhana anda cukup mempelajari tool-tool yang disediakan oleh blender tanpa harus menggunakan “script” sedikitpun.
lebih lanjut fitur-fiturnya beserta pdfnya di
Lebih lanjut disini
http://www.ziddu.com/download/5196704/Belendergameengine.zip.html
Swift3D merupakan tool biasa digunakan untuk merender 3D menjadi 2D. Jadinya pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Baik, sekarang akan saya jelaskan satu-satu kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan Swift3D
- Merupakan tool yang simpel, tidak ribet, tinggal drag and drop.
- Swift3D mendukung animasi objek 3D.
- Animasi dapat diexport ke banyak file, misal avi, flv, swf, swt, dan ai.
- Kita dapat memilih jenis rendering yang kita inginkan, yaitu raster (bitmap) dan vector. Jenis gambar raster lebih lama saat me-render, akan tetapi hasilnya lebih bagus. Sedang untuk vector, gambarnya satu warna atau gradasi warna vector (cocok untuk dimasukkan pada animasi vector flash).
- Jika kita ingin membuat model yang simpel, maka swift3D bisa digunakan untuk membuatnya.
Kekurangan Swift3D
- Sangat tidak cocok untuk membuat bentuk 3D yang kompleks. Jika ingin membuat bentuk 3D yang komplek kita harus menggunakan 3dsmax atau blender kemudian kita export dalam bentuk 3ds.
- Susah untuk membuat animasi sendiri selain dari template animasi dari swift3D.
- Kita tidak dapat memberikan efek pada objek, misal efek noise dll.
- Jika kita ingin membuat sprite game berisikan animasi, mungkin cocok digunakan swift3D karena mengingat jika kita menggunakan 3D pada flash dengan engine seperti papervision3D, away3D, sandy3D, maka akan bertambah berat.
sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Game_engine
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_game_engines
http://www.gamexeon.com/forum/article/37197-game-engine-apaan-sih.html
http://iddev.wordpress.com/2009/08/27/kelebihan-dan-kekurangan-swift3d/
Friday, March 5, 2010
Kerangka grafik komputer
Kerangka grafik komputer
1.Graphics Library/package (contoh : OpenGL) adalah perantara aplikasi dan display hardware(Graphics System).
2.Application program memetakan objek aplikasi ke tampilan/citra dengan memanggil graphics library.
3.Hasil dari interaksi user menghasilkan/modifikasi citra.
4.Citra merupakan hasil akhir dari sintesa, disain, manufaktur, visualisasi dll.
Pemodelan Geometris
Transformasi dari suatu konsep (atau suatu benda nyata) ke suatu model geometris yang bisa ditampilkan pada suatu komputer :
– Shape/bentuk
– Posisi
– Orientasi (cara pandang)
– Surface Properties/Ciri-ciri Permukaan (warna, tekstur)
– Volumetric Properties/Ciri-ciri volumetric (ketebalan/pejal, penyebaran cahaya)
- Lights/cahaya (tingkat terang, jenis warna)
- Dan lain-lain …
Pemodelan Geometris yang lebih rumit :
– Jala-jala segi banyak: suatu koleksi yang besar dari segi bersudut banyak, dihubungkan satu sama lain.
– Bentuk permukaan bebas: menggunakan fungsi polynomial tingkat rendah.
– CSG: membangun suatu bentuk dengan menerapkan operasi boolean pada bentuk yang primitif.
1.Vetor (calligraphic, stroke, random-scan)
2.Arsitektur Vektor
1.Raster (TV, bitmap, pixmap), digunakan dalam layar dan laser printer
2.Arsitektur Raster
Desain Permodelan Grafik ...
Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling).
a. Motion Capture/Model 2D
Yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk model obyek yang akan dibangun dalam bentuk 3D. Penekanannya adalah obyek berupa gambar wajah yang sudah dibentuk intensitas warna tiap pixelnya dengan metode Image Adjustment Brightness/Contrast, Image Color Balance, Layer Multiply, dan tampilan Convert Mode RGB dan format JPEG. Dalam tahap ini digunakan aplikasi grafis seperti Adobe Photoshop atau sejenisnya. Dalam tahap ini proses penentuan obyek 2D memiliki pengertian bahwa obyek 2D yang akan dibentuk merupakan dasar pemodelan 3D.
b. Dasar Metode Modeling 3D
c. Proses Rendering
Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output. Dalam standard PAL system, resolusi sebuah render adalah 720 x 576 pixels. Bagian rendering yang sering digunakan:
- Field Rendering. Field rendering sering digunakan untuk mengurangi strobing effect yang disebabkan gerakan cepat dari sebuah obyek dalam rendering video.
- Shader. Shader adalah sebuah tambahan yang digunakan dalam 3D software tertentu dalam proses special rendering. Biasanya shader diperlukan untuk memenuhi kebutuhan special effect tertentu seperti lighting effects, atmosphere, fog dan sebagainya.
Proses texturing ini untuk menentukan karakterisik sebuah materi obyek dari segi tekstur. Untuk materi sebuah object bisa digunakan aplikasi properti tertentu seperti reflectivity, transparency, dan refraction. Texture kemudian bisa digunakan untuk meng-create berbagai variasi warna pattern, tingkat kehalusan/kekasaran sebuah lapisan object secara lebih detail.
e. Image dan Display
Merupakan hasil akhir dari keseluruhan proses dari pemodelan. Biasanya obyek pemodelan yang menjadi output adalah berupa gambar untuk kebutuhan koreksi pewarnaan, pencahayaan, atau visual effect yang dimasukkan pada tahap teksturing pemodelan. Output images memiliki Resolusi tinggi berkisar Full 1280/Screen berupa file dengan JPEG,TIFF, dan lain-lain. Dalam tahap display, menampilkan sebuah bacth Render, yaitu pemodelan yang dibangun, dilihat, dijalankan dengan tool animasi. Selanjutnya dianalisa apakah model yang dibangun sudah sesuai tujuan. Output dari Display ini adalah berupa *.Avi, dengan Resolusi maksimal Full 1280/Screen dan file *.JPEG.
Thursday, March 4, 2010
Storyboard ...
Game ini berjudul “Need a Police”. Pada game ini terjadi rangkaian peristiwa perampokan suatu Bank. Dan di dalam Bank tersebut terdapat beberapa nasabah dan pegawai Bank yang dijadikan Sandra oleh para perampok. Di sini User berperan sebagai seorang Polisi (a Police). Tugas dari Polisi di sini yaitu harus menyelamatkan para nasabah dengan cara menghabisi para perampok.
Kondisinya sang polisi dihadapkan pada suatu ruangan. Posisi si User (polisi) berada di pintu utama dari sebuah Bank yang di dalamnya terdapat banyak perampok, nasabah, dan pegawai Bank.
Pertama posisi si User sedang bersembunyi. Tindakan bersembunyi ini, User juga sekaligus mengisi peluru dari senjata api yang dimilikinya (Reload). Kemudian para perampok akan bermunculan dari tempat persembunyiannya yaitu, meja Teller, meja yang diterbalikkan, lorong yang menuju ke toilet, dan ruangan manager. Dan untuk dapat menembak para perampok, User harus keluar terlebih dahulu dari tempat persembunyiannya (Attack). Si User akan mendapatkan nilai untuk setiap kali dia berhasil menembak (Shoot) perampok. Akan tetapi, sesekali para perampok muncul dengan membawa Sandra. Dan bila si User menembak Sandra, maka akan terjadi pengurangan nilai. Dan nilai akan diakumulasikan pada akhir permainan. Akhir dari permainan itu adalah ketika semua perampok telah dilumpuhkan (
Button-button yang digunakan yaitu :
- Button RELOAD
- Button SHOOT
- Button ATTACK
- Pengaturan Arah menggunakan Mouse
Pada game ini terdapat beberapa tingkatan permainan yaitu, Easy, Medium, dan Hard. Perbedaan dari tingkatan-tingkatan tersebut ialah banyaknya para perampok, perampok yang muncul dengan membawa Sandra, dan banyaknya Life Point (semakin sulit tingkatan permainan, semakin sedikit Life Point yang diberikan).
Untuk tampilan awal game, yaitu menu dimana terdapat 3 pilihan yang diantaranya adalah NEW GAME, TUTORIAL, dan OPTIONS. Pada menu OPTIONS terdapat beberapa hal yang dapat diatur oleh User, yaitu Level (Easy, Medium, Hard), Sound (Enable Sound atau Disable Sound). Kemudian pada Menu TUTORIAL yaitu berisikan petunjuk cara bermain untuk game ini. Lalu Menu NEW GAME, yaitu menjalankan game dari awal hingga selesai. Setelah User selesai memainkan game (Mission Complete atau Death), maka nilai akan diakumulasikan dan si User diminta untuk menginput beberapa karakter sebagai tanda hasil dari apa yang dia dapatkan, lalu akan dimasukkan ke dalam Report Ranking.
Thursday, February 25, 2010
Game Teknologi ...
Hanya saja, mungkin di sini akan memberi sedikit penjelasan mengenai game teknologi yang menjurus pada jenis game digital.
TAHAP – TAHAP MEMBUAT GAME
Nah, mungkin diantara kita ada yang ingin membuat game. Berikut ini terdapat langkah-langkah yang menjelaskan bagaimana dan apa yang seharusnya dilakukan dalam membuat game. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
a. Menentukan genre (jenis) game yang akan dibuat.
Jadi kita harus tentukan genre game apa yang ingin kita buat. Tujuannya yaitu memudahkan perancang game untuk bisa menggabungkan antara konten dengan pendekatan game yang sesuai. Misalkan jika kita ingin memberikan pembelajaran mengenai sistem distribusi pasar secara komprehensif yang dimulai dari pembelian bahan mentah hingga pemasaran produk jadi di toko-toko maka bisa dipilih pendekatan game edukasi yang menggabungkan genre serious games, simulation games dan strategy games.
Berikut ini adalah genre dalam game teknologi dan penjabaran sifat-sifatnya :
- Adventure games melatih kemampuan pemain dalam memecahkan teka-teki dan menemukan artefak;
- Educational games memanfaatkan game sebagai wahana pembelajaran, khususnya untuk anak-anak;
- Fighthing games menekankan pada pertarungan satu lawan satu dan seni bela diri;
- Multiplayer online games melibatkan banyak pemain untuk berinteraksi bersama-sama secara online;
- Platform games mencakup permainan tradisional dua dimensi seperti berlari, meloncat dan berpindah dari satu level ke level lain untuk mengalahkan musuh dan mengumpulkan hadiah;
- Puzzle games menantang pemain untuk memecahkan teka-teki berbasis logika dan mengeksplorasi labirin untuk mencari jalan keluar;
- Racing games biasanya menempatkan pemain dalam kursi pengemudi kendaraan kencang paling mutakhir;
- Role playing games (RPG) memberikan kesempatan pada pemain untuk berperan sebagai seorang petualang dengan peran khusus dalam sebuah dunia fantasi;
- Serious games mengajarkan skenario dunia nyata dan biasa dimanfaatkan dalam permainan korporasi;
- Simulation games bertujuan untuk mencipta ulang aktivitas dalam pendekatan yang serealistik mungkin;
- Sports games mengemulasi permainan fisik dalam olah raga ke dalam ruang keluarga;
- Strategy games terfokus pada perencanaan dan kemampuan manajerial; dan
- Traditional games adalah game yang berbasis pada permainan-permainan papan (board games) dan kartu yang populer.
b. Menentukan Tools yang akan digunakan
Pada tahap ini, umumnya game dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman. Akan tetapi, untuk orang-orang yang kurang mengerti dengan bahasa pemrograman, kini sudah banyak tersedia software yang dapat membantu untuk membuat game.
Program-program untuk membuat game ada bermacam-macam :
- Game maker
- RPG Maker (R.M)
- AGS( Adventure Game Studio)
- Macromedia Flash (Sekarang Adobe Flash)
Program ini sebetulnya digunakan untuk membuat presentasi atau mendisain web. Namun selain itu dengan sedikit kreatifitas anda dapat membuat game sederhana dengan program ini. Sebab program ini tidak ditujukan untuk membuat game yang berat.
- 3D Game Studio
c. Menentukan Gameplay game
Gameplay adalah sistem jalannya game tersebut, mulai dari menu, area permainan, save, load, game over, story line, mission sukses, mission failed. Cara bermain dan sistem lainnya harus anda tentukan. Misal dalam sistem save, anda hanya akan membuat pemain bisa mensave permainan jika jagoannya sudah menuju kesebuah lokasi, kemudian ketika meload karakter jagoan akan kembali ketempat area save, atau ketika dalam menu pemain hanya akan mendapat pilihan menu play game, load game, credit dan quit.
d. Menentukan grafis yang ingin digunakan
Jenis grafis secara sederhana dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis kartun, semi realis, atau realis. Pilih jenis grafis yang sesuai dengan kebutuhan game Anda dan sesuai dengan kemampuan Anda, kemudian pilih software apa yang ingin Anda gunakan dalam membuat gambarnya, pilihlah yang Anda anggap paling mudah digunakan.
e. Menentukan suara yang ingin digunakan
Pada tahap ini, tahap dimana kita diharuskan memasukkan suara-suara sebagai backsound dari game yang sedang dibuat. Tujuannya agar game menjadi lebih menarik dan terkesan tidak hampa dan tidak membosankan.
f. Membuat perencanaan waktu
Tujuannya yaitu agar kegiatan dalam pembuatan game dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan.
g. Proses pembuatan game
Yang terakhir lakukan pembuatan game karena semua komponen yang Anda perlukan sudah disiapkan dari awal, lakukan proses pembuatan berdasarkan waktu yang sudah ditentukan, tidak ada salahnya Anda meminta pertolongan orang lain sehingga akan mempercepat proses pembuatan game Anda.
h. Dan yang terakhir adalah proses Publishing
Ketika Anda sudah selesai membuat sebuah game, publish game Anda menjadi setup jika game Anda harus diinstal terlebih dahulu sebelum dimainkan atau publish menjadi exe jika game Anda bisa langsung dimainkan tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu, metode mempublish tergantung dengan tool yang Anda gunakan untuk membuat game.
TEKNOLOGI DALAM PEMBUATAN GAME
• Pemrograman Game
Ketentuan pertama yang anda perlu ingat: GAME MEMANG DIBUAT DENGAN PROGRAM. Jadi pemrograman memang esensi dasar dari semua game. Tanpa program, game hanya seperti gambar statis. Seperti sebuah karya yang tidak interaktif. Sebuah game tidak akan dikatakan game (dalam konteks teknologi) bila tidak dibuat dengan program. Ingat, kita bicara tentang game yang dibuat dengan program walaupun digunakan diberbagai platform seperti console, pc dan web misalnya.
• Pilihan Bahasa Pemrograman
Walaupun sebenarnya game bisa dibuat oleh banyak bahasa, tapi ada beberapa bahasa yang memang sudah umum dan teruji digunakan dalam membuat game. Seperti C++ dan Flash. Dilihat dari segi kemampuan, keduanya memang sangat berbeda dan tujuan penggunaannya pun berbeda pula.
• Arah Pengembangan
Sebagai pemula, anda harus tahu arah penggunaan bahasa dan pangsa pasar game dari awal. Tentu saja, contohnya seperti Smartfoxserver. Dengan software ini, anda menggunakan actionscript untuk membuat game online (multiplayer). Keterbatasan flash yang dulunya ditujukan untuk animasi web sudah berkembang. Tidak hanya itu, flash juga sudah digunakan sebagai alternatif membuat software untuk mobile application.
• Orientasi dan Tujuan Anda
Hal ini tidak terlepas dengan pilihan bahasa pemrograman itu sendiri. Anda bisa jadi serius dengan game development tetapi memiliki keterbatasan tertentu seperti pendidikan dasar dan skill yang dimiliki saat ini.
PROFESI – PROFESI PADA PROSES PEMBUATAN GAME
• Programmer, yaitu orang yang menguasai bahasa pemrograman (software) dan bertidak sebagai pembuat game.
• Graphic Design, yaitu orang yang ahli dibidang desain dan bertindak sebagai pembuat desain dari game (karakter avatar dan tampilan game).
• Music Composer, yaitu orang yang bertugas sebagai pemberi musik (backsound atau suara dari avatar) di dalam sebuah game.
• Koreografer, yaitu orang yang mengatur gerakan-gerakan tokoh yang terdapat di dalam game.
Sumber :
http://hafizsan.multiply.com/journal/item/105/
http://bahaskomputer.blogspot.com/2009/05/tahap-pembuatan-game.html
http://thommykennedy.wordpress.com/2009/07/29/mari-membuat-game/
http://www.gamedevid.org/forum/archive/index.php?t-6908.html
Thursday, February 18, 2010
Last Night ... 'till This Day ...!!
i don't know what do you think
and i cannot to believe this
what happened with my life
and right now, i dont know whatever ...
and see you from far away ...